Selasa, 21 April 2015



Tanam Bakau SMP Santo Yoseph
Hutan bakau atau yang biasa disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas kopitiam mitra raya , berair payau yang terletak pada Batam Centere dan di pengaruhi oleh pasang surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak , maupun di sekitar muara sungai dimana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu. Ekosistem hutan bakau bersifat khas , baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya abrasi tanah ; salinitas tanahnya yang tinggi ; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat yang semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia , terutama di sekeliling khatulistiwa di wilayah tropika dan sedikit subtropika
Pada 1 Maret 2015 , Sekolah kami , SMP Santo Yoseph mengadakan acara tanam bakau di pesisir Pantai Marunda , Jakarta Utara bersama sebagian guru Santo Yoseph dari TK , SD , dan SMP ; para panitia penyelenggara , dan anggota pengurus osis SMP Santo Yoseph. Sebelum berangkat , kami dipersiapkan terlebih dahulu dan berdoa bersama-sama . Setelah itu , kami naik ke kendaraan masing-masing dan bersiap untuk berangkat dimulai dari kedaraan no.1 hingga yang terakhir . Ketika mendekati tujuan kami yaitu pesisir Pantai Marunda , kami disambut oleh poster-poster yang di tempel di sekitar jalan menuju Marunda  , rasanya sungguh bangga. Angin yang sangat kencang menyambut kami ketika sampai.
Kami pun duduk menempati tenda yang sudah disediakan khusus untuk kami. Lalu , hujan yang turun sangat deras serta angin kencang menerpa kami , tenda kami tak mampu menghadangnya. Kami pun segera mengungsi ke sebuah kantin di sekitar sana , sebelumnya kami diberikan beberapa makanan ringan . Untuk melakukan perpindahan dari tenda ke kantin memakan jarak yang agak jauh , sehingga membutuhkan payung untuk melindungi tubuh dari derasnya hujan . Beberapa dari kami pun menjadi “ojek payung” karena rasa solidaritasnya yang tinggi.
Pada akhirnya , keseluruhan dari kami berhasil pindah ke kantin yang cukup luas. Kami tetap ceria , karena kami saling menghibur satu sama lain untuk menjauhkan rasa sedih kami . Hujan deras dan angin kencang tidak akan pernah mematahkan semangat jiwa kami, malah kami akan lebih bersemangat. Kami pun diarahkan oleh kru dari Yayasan Mangrove Indonesia , cara menanam bakau , fungsi dari bakau , dan sebagainya. Kami pun mendengar dan menanggapi dengan baik dan benar , supaya kelak tidak terjadi kesalahan yang tidak diinginkan.




Ketika hujan mulai berhenti , kami mengambil beberapa gambar bersama-sama untuk dijadikan kenang-kenangan. Lalu , kami segera menyebrangi jembatan menuju pantai , jembatan yang terbuat dari rangkaian bambu itu tampak mengerikan dan berbahaya. Para kru dari studio TV MNC TV sudah mulai meliput kegiatan kamidalam menanam bakau . Kesibukkan dan keseriusan kami dalam menanam bakau adalah bentuk semangat jiwa kami semua  , kami pun berhasil menanam cukup banyak bakau . Rasanya sungguh bangga bisa membantu melestarikan alam kita . Wawancara-wawancara pun segera dilakukan oleh para kru MNC TV .
Setelah selesai menanam , kami segera membersihkan diri dari kotoran yang melekat di tubuh kami. Kami pun makan siang bersama setelah membersihkan diri masing-masing . Beberapa dari kami , mungkin banyak yang terluka karena dasar pantai yang berupa lumpur dan bebatuan kasar . Tetapi hal itu tidak membuat kami resah , malah kami merasa sangat sekali bangga terhadap sekolah kami yang telah mengadakan acara ini , kebanggaan kami juga terhadap hasil usaha jerih payah kami dalam menanam . Pada akhirnya pun kami harus menikmati perpisahan yang mengakhiri kegiatan kita .
Sebagian besar Wilayah Indonesia adalah laut . Sehingga dalam kondisi ini , Indonesia sangat membeutuhkan bakau yang berperan penting dalam mencegah abrasi yang disebabkan oleh air asin . Kalau begitu , tunggu apalagi? Mari kita tanam bakau sebanyak-banyaknya ! Marilah kita balas kebaikkan alam kita ! Jangan salah , Tanam bakau itu seru lho! Jika ingin mencoba , Ayolah!

Kehebohan Jurnalistik









Apakah ada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah kalian ? Apakah jurnalistik termasuk ? Jika tidak , kalian harus mencobanya . Penasaran ? Kalau begitu kalian bisa mengenal jurnalistik melalui bacaan ini . Asal kalian tahu , jurnalistik itu menyenangkan lho!

Sebelumnya , kalian harus tahu apa itu jurnalistik ! Jurnalistik adalah kegiatan menulis , seperti menulis berita . Jurnalistik adalah kegiatan ekstrakurikuler umum di sekolah , biasanya tingkat menengah pertama . Selain menyenangkan , jurnalistik juga bermanfaat . Manfaat jurnalistik dapat kita sadari dalam pelajaran Bahasa Indonesia .
Hari Rabu (14/11) 2015 , kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik berlangsung di sekolah saya , SMP Santo Yoseph . Kegiatan jurnalistik berlangsung di kelas 8C pada sore hari , tepatnya pk 14.30 s/d pk 16.00 WIB.  Guru pembimbingnya adalah Bu Endah Kusumastuti , guru Bahasa Indonesia kami . Beliau sangat ramah dan baik dalam mengajar . Hal itu membuat kami menyukai kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik .
Kegiatan jurnalistik hari ini , sangat heboh . Ekstra di mulai dari suara terompet yang bertiup . Kemudian , suara tawaan dan candaan mulai memenuhi ruangan . Bukan hanya heboh dalam bercanda , tapi juga dalam belajar . Banyak orang mengatakan bahwa jurnalistik itu menyenangkan .
Hari ini kami di ajak wawancara dan membuat berita . Berita di buat dengan baik dan benar . Itu semua karena keuletan kami dan pengajaran Bu Endah yang baik . Maka dari itu , jurnalistik juga penting . Biasanya dalam hal pelajaran .
Berikut keseruan jurnalistik di sekolah saya . Bagaimana di sekolah kalian ? Apakah seperti itu ? Jika tidak ada kegiatan ekstrakurikuler jurnalistik , Apakah kalian ingin mencoba ? Jika ingin , cobalah !